A.
PENGERTIAN
DAN KONSEP INTI PEMASARAN
Pengertian
pemasaran yang dikemukakan oleh Philip Kotler adalah proses sosial dan
manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan
mereka dengan menciptakan, penawarkan produk yang bernilai satu sama lain.
Berkaitan dengan definisi pemasaran tersebut, perlu ditelaah beberapa
konsep-konsep inti/dasar dan pemasaran. Gambar berikut menunjukkan
konsep-konsep inti pemasaran serta hubungannya satu sama lain.
1.
Kebutuhan
Konsep
utama yang paling mendasari pemasaran adalah kebutuhan manusia. Manusia memiliki kebutuhan yang
kompleks dan bertingkat seperti yang dikemukakan oleh Abraham Maslow yaitu;
kebutuhan fisik, keamanan dan keselamatan, sosial, penghargaan, dan kebutuhan
aktualisasi diri. Perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan ditentukan oleh
tingkat kebutuhan mana yang paling mendesak. Apabila salah satu tingkat
kebutuhan telah terpenuhi maka ia akan berhenti sebagai faktor motivator.
2.
Keinginan
Keinginan merupakan kebutuhan
manusia yang dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu. Perbedaan kebutuhan
akan menimbulkan perbedaan keinginan setiap individu dan golongan masyarakat.
Keinginan manusia bersifat tak terbatas, sedangkan sumber-sumber untuk memenuhi
keingian tersebut bersifat terbatas.
3.
Permintaan
Permintaan merupakan keinginan yang
didukung oleh daya beli seorang konsumen. Jika tidak didukung dengan daya beli
maka, keinginan akan tetap berupa angan-angan saja. Keinginan manusia yang
bersifat tak terbatas tidak semuanya bisa diwujudkan menjadi permintaan, oleh
karena itu ia harus menyesuaikan diri dengan daya beli dan sumberdaya yang
tersedia. Untuk produk-produk tertentu yang bersifat elastis pada akhirnya
jumlah permintaan akan mempengaruhi terhadap harga suatu produk yang ditawarkan
oleh produsen.
4.
Produk
Produk dibedakan menjadi dua, yaitu
produk yang berupa barang (berwujud) dan berupa jasa (tak berwujud). Dalam
memilih produk, seorang konsumen akan cenderung memilih produk yang manfaatnya
sama dengan produk sejenis tetapi dengan harga yang lebih murah atau harga yang
sama tetapi kualitas yang lebih baik.
5.
Nilai dan Kepuasan
Konsep yang menuntun konsumen untuk
memilih produk mana yang akan Ia pilih diantara berbagai produk yang ditawarkan
adalah nilai (rupiah). Sedangkan kepuasan konsumen atas suatu produk tergantung
kinerja produk dengan harapan konsumen. Harapan-harapan konsumen dibentuk oleh
pengalaman pembelian masa lalu, informasi dan teman, informasi dan ikian, dan
informasi dan sumber-sumber lainnya.
6.
Transaksi
Transaksi adalah perdagangan
nilai antara antara dua pihak. Transaksi merupakan satuan ukuran dan
pertukaran. Salah satu bentuk satuan ukuran tersebut adalah uang, tetapi tidak
semua transaksi melibatkan uang. Kadang-kadang transaksi terjadi antara barang
dengan barang (misalnya antara pesawat terbang produk IPTN dengan mobil sedan
Proton Saga dan Malaysia), antara barang dengan jasa (misalnya jasa seorang
dokter di daerah pedesaan yang ditukar dengan seekor ayam), atau antara jasa
dengan jasa (niisalnya jasa seorang konsultan ditukar dengan jasa pemerikasaan
keseha tan seorang dokter). Transaksi yang demikian dinarnakan Transaksi
Barter.
7.
Hubungan
Pemasaran yang baik bekerja
tidak saja untuk mempertukarkan produknya semata, tetapi secara jangka panjang
mampu membina hubungan dengan pelanggan, distributor, dealer atau pemasok.
Salah satu upaya kongkrit dan konsep ini misalnya dibentuknya bagian humas atau
public relation di lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta.
8.
Pasar
Pasar terdiri dan semua
pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau
dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan.
B.
BISNIS
DALAM EKONOMI
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah
suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis
lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa
Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam
konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan
aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pada dasarnya tujuan
business (Firm) adalah untuk mencapai profit melalui mekanisme sejumlah fungsi.
Tiga fungsi pokok business adalah finance, operation, dan marketing. Sekalipun
pada seksi ini pemahaman hanya difokuskan pada marketing saja, namun harus
disadari bahwa fungsi marketing bukanlah fungsi yang berdiri sendiri, tetapi
fungsi yang terkait dengan fungsi yang lain (cross-function).
Oleh karena itu, di dalam
memahami fungsi marketing sebenarnya ada hal-hal yang tidak terpisahkan
(terarsir) dengan fungsi yang lainnya. Ini berarti fungsi marketing tidak saja
untuk memasarkan produk tetapi juga memasarkan bisnis tersebut secara keseluruhan.
Dengan kata lain, marketing juga harus memasarkan fungsi operation, memasarkan
fungsi finance dan tentunya memasarkan fungsi marketing sendiri. Perhatikan
fungsi simultan berikut ini:
Firm:
Profit = f
(Revenue, Cost)
Revenue = f (Sales, Satisfaction, Loyality)
Marketing:
Sales= f (Promotion, Price, Product, Place)
Revenue = f (Sales, Satisfaction, Loyality)
Marketing:
Sales= f (Promotion, Price, Product, Place)
Promotion =
f (Channel, Message, Effect)
Basu Swastha dan Irawan (1990)
berpendapat bahwa : “Konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan
bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi
kelangsungan hidup perusahaan”. Dalam konsep pemasaran tersebut terdapat tiga
elemen pokok, yaitu:
1. Orientasi
konsumen
Pada
dasarnya perusahaan yang memperhatikan konsumen harus :
a. Menentukan
kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi
b. Memilih
kelompok pembeli yang menjadi sasaran penjualan
c. Menentukan
produk dan program pemasarannya
d. Mengadakan
penelitian pada konsumen, untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan,
sikap, serta tingkah laku mereka
2. Volume
penjualan yang menguntungkan
Salah satu tujuan perusahaan
adalah untuk memperoleh laba yang maksimal. Laba itu sendiri merupakan
pencerminan dari usaha-usaha perusahaan yang berhasil memberikan kepuasan
kepada konsumen. Untuk memberikan kepuasan tersebut perusahaan dapat
menyediakan atau menjual barang dan jasa yang paling baik dengan harga yang
layak.
3. Koordinasi
dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan
Artinya
setiap orang dan setiap bagian dalam perusahaan turut berkecimpung dalam suatu
usaha yang dikoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen, sehingga tujuan
perusahaan dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan perusahaan maka ketiga elemen
tersebut harus dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar