Pengikut

Selasa, 13 November 2012

MEMAHAMI PEMASARAN DALAM AGRIBISNIS



A.    PENGERTIAN DAN KONSEP INTI PEMASARAN
Pengertian pemasaran yang dikemukakan oleh Philip Kotler adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, penawarkan produk yang bernilai satu sama lain. Berkaitan dengan definisi pemasaran tersebut, perlu ditelaah beberapa konsep-konsep inti/dasar dan pemasaran. Gambar berikut menunjukkan konsep-konsep inti pemasaran serta hubungannya satu sama lain.



1.      Kebutuhan
                  Konsep utama yang paling mendasari pemasaran adalah kebutuhan manusia.  Manusia memiliki kebutuhan yang kompleks dan bertingkat seperti yang dikemukakan oleh Abraham Maslow yaitu; kebutuhan fisik, keamanan dan keselamatan, sosial, penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri. Perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan ditentukan oleh tingkat kebutuhan mana yang paling mendesak. Apabila salah satu tingkat kebutuhan telah terpenuhi maka ia akan berhenti sebagai faktor motivator.
2.      Keinginan
                  Keinginan merupakan kebutuhan manusia yang dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu. Perbedaan kebutuhan akan menimbulkan perbedaan keinginan setiap individu dan golongan masyarakat. Keinginan manusia bersifat tak terbatas, sedangkan sumber-sumber untuk memenuhi keingian tersebut bersifat terbatas.
3.      Permintaan
                  Permintaan merupakan keinginan yang didukung oleh daya beli seorang konsumen. Jika tidak didukung dengan daya beli maka, keinginan akan tetap berupa angan-angan saja. Keinginan manusia yang bersifat tak terbatas tidak semuanya bisa diwujudkan menjadi permintaan, oleh karena itu ia harus menyesuaikan diri dengan daya beli dan sumberdaya yang tersedia. Untuk produk-produk tertentu yang bersifat elastis pada akhirnya jumlah permintaan akan mempengaruhi terhadap harga suatu produk yang ditawarkan oleh produsen.
4.      Produk
                  Produk dibedakan menjadi dua, yaitu produk yang berupa barang (berwujud) dan berupa jasa (tak berwujud). Dalam memilih produk, seorang konsumen akan cenderung memilih produk yang manfaatnya sama dengan produk sejenis tetapi dengan harga yang lebih murah atau harga yang sama tetapi kualitas yang lebih baik.
5.      Nilai dan Kepuasan
                  Konsep yang menuntun konsumen untuk memilih produk mana yang akan Ia pilih diantara berbagai produk yang ditawarkan adalah nilai (rupiah). Sedangkan kepuasan konsumen atas suatu produk tergantung kinerja produk dengan harapan konsumen. Harapan-harapan konsumen dibentuk oleh pengalaman pembelian masa lalu, informasi dan teman, informasi dan ikian, dan informasi dan sumber-sumber lainnya.
6.      Transaksi
                  Transaksi adalah perdagangan nilai antara antara dua pihak. Transaksi merupakan satuan ukuran dan pertukaran. Salah satu bentuk satuan ukuran tersebut adalah uang, tetapi tidak semua transaksi melibatkan uang. Kadang-kadang transaksi terjadi antara barang dengan barang (misalnya antara pesawat terbang produk IPTN dengan mobil sedan Proton Saga dan Malaysia), antara barang dengan jasa (misalnya jasa seorang dokter di daerah pedesaan yang ditukar dengan seekor ayam), atau antara jasa dengan jasa (niisalnya jasa seorang konsultan ditukar dengan jasa pemerikasaan keseha tan seorang dokter). Transaksi yang demikian dinarnakan Transaksi Barter.
7.      Hubungan
                  Pemasaran yang baik bekerja tidak saja untuk mempertukarkan produknya semata, tetapi secara jangka panjang mampu membina hubungan dengan pelanggan, distributor, dealer atau pemasok. Salah satu upaya kongkrit dan konsep ini misalnya dibentuknya bagian humas atau public relation di lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta.
8.      Pasar
                  Pasar terdiri dan semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan.
B.     BISNIS DALAM EKONOMI
            Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.  
            Pada dasarnya tujuan business (Firm) adalah untuk mencapai profit melalui mekanisme sejumlah fungsi. Tiga fungsi pokok business adalah finance, operation, dan marketing. Sekalipun pada seksi ini pemahaman hanya difokuskan pada marketing saja, namun harus disadari bahwa fungsi marketing bukanlah fungsi yang berdiri sendiri, tetapi fungsi yang terkait dengan fungsi yang lain (cross-function).
            Oleh karena itu, di dalam memahami fungsi marketing sebenarnya ada hal-hal yang tidak terpisahkan (terarsir) dengan fungsi yang lainnya. Ini berarti fungsi marketing tidak saja untuk memasarkan produk tetapi juga memasarkan bisnis tersebut secara keseluruhan. Dengan kata lain, marketing juga harus memasarkan fungsi operation, memasarkan fungsi finance dan tentunya memasarkan fungsi marketing sendiri. Perhatikan fungsi simultan berikut ini:
Firm:
Profit = f (Revenue, Cost)
Revenue = f (Sales, Satisfaction, Loyality)
Marketing:
Sales= f (Promotion, Price, Product, Place)
Promotion = f (Channel, Message, Effect)
            Basu Swastha dan Irawan (1990) berpendapat bahwa : “Konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan”. Dalam konsep pemasaran tersebut terdapat tiga elemen pokok, yaitu:
1.      Orientasi konsumen
Pada dasarnya perusahaan yang memperhatikan konsumen harus :
a.       Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi
b.      Memilih kelompok pembeli yang menjadi sasaran penjualan
c.       Menentukan produk dan program pemasarannya
d.      Mengadakan penelitian pada konsumen, untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap, serta tingkah laku mereka
2.      Volume penjualan yang menguntungkan
                  Salah satu tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimal. Laba itu sendiri merupakan pencerminan dari usaha-usaha perusahaan yang berhasil memberikan kepuasan kepada konsumen. Untuk memberikan kepuasan tersebut perusahaan dapat menyediakan atau menjual barang dan jasa yang paling baik dengan harga yang layak.
3.      Koordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan
                  Artinya setiap orang dan setiap bagian dalam perusahaan turut berkecimpung dalam suatu usaha yang dikoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan perusahaan maka ketiga elemen tersebut harus dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar